Archive for October, 2015
Algo skip!
poin penting 5
Pointer dan Array
Definisi Pointer : Pointer variabel yang menyimpan alamat dari variabel lain / tidak bisa menyimpan value tanpa alamat dari variabel.
Variabel biasa menyimpan Value
<type>*ptr_name //type : int float char dll
*(content of)
&(address of)
ex:
int i,*ptr;
ptr=&i
*ptr=5
berarti nilai i = 5
Pointer to Pointer
<type>**ptr_ptr
cuma bisa menyimpan alamat dari single Pointer
Definisi Array
Pointer statis, menyimpan data banyak dalam 1 tipe data
– Homogen : cuma 1 tipe data
– Random Access : bisa mengakses index yang manapun asalah != <0 dan masih sesuai batas
Array Initialization
int B[]={1,2,3,4}
bisa menyesuaikan jumlah Index
int B[8]={1,2,3,4}
Jumlah index 8 yang terisi dengan 4 NULL
Accessing Array
*(A+2) == A[2]
karena A == *A[0]
Pointer Constant dan Pointer Variabel
Pointer Constant == Array -> Tidak bisa masukin nilai Baru waktu Runtime
Array of Pointer
type*array_name[value_dim]
int i;
int *ptr[4];
int x=1,y=2;
arr_ptr[0]=&x
arr_ptr[4]=&y
String
Array of character yang biasa diakhiri dengan NULL (”)
Adventure in Algoritma Land : the Third Installment
sesi paling singkat (yet), dengan dosen yang berbeda
anyway, yang dipelajarin :
1. IF
Jika kita pakai IF maka itungannya seperti boolean, jika kondisi benar / terpenuhi (true) maka program jalan, jika tidak (false) maka program selesai
2. IF-ELSE
Jika kondisi 1 terpenuhi, program 1 jalan, jika tidak terpenuhi tapi kondisi 2 terpenuhi maka program b jalan, and so on and so forth.
jika tidak ada kondisi yang terpenuhi, tidak ada program yang jalan
3. SWITCH-CASE
Switch sama seperti IF, tapi lebih sederhana dan lebih mudah.
4. semester awal buat meningkatkan IPK lebih gampang, yang sksnya tinggi dibagusin nilainya.
to be continued…
Algo : a Sequel
pertemuan kedua, dan yang didapat adalaah…
Operator itu terbagi dalam 3 jenis :
1. Unary Operator (Membutuhkan 1 Objek)
2. Binary Operator (Membutuhkan 2 Objek)
3. Ternary Operator (Membutuhkan 3 Objek)
berdasarkan tipe, operator dibikin grup kaya gini
a. Assignment Operator
– simbol ‘sama dengan’ (=), contoh x=2 maka 2=x.
b. Logical Operator
c. Arithmetic Operator
– simbol matematika dasar, contoh persen (%) merupakan simbol yang
digunakan untuk modulus (Digunakan untuk menentukan divisi (?)).
Seperti ini:
x%2 = 0 Maka Genap (Karena habis dibagi 2)
x%2 = 1 Maka Ganjil (Karena tidak habis dibagi 2)
Oh ya, sama beberapa hal lagi yang harus kamu ketahui:
1. (++) merupakan simbol Incresment
2. (–) merupakan simbol Decresment
Incresment dan Decresment merupakan simbol pengurangan dan penambahan nilai sebesar
1.
Relational Operator
Bitwise Operator
Pointer Operator
DONE!
Algoritma… worth it!(?)
untuk mempersingkat apa yang saya dapat pada pertemuan pertama kelas besar Algoritma adalah….
hampir sedikit, tapi setidaknya saya mendapatkan sesuatu.
POIN pertama!
yang saya ingat dari pembicara pertama (saya lupa namanya) hanyalah, dia menyamakan “sesuatu” dengan film biru //ataub***p
POIN kedua!
tentang algoritmanya sendiri, saya tau kalau yang ‘menemukan’ algoritma adalah Al-Khawarizmi, salah satu dari sekian ilmuwan muslim yang sukses dalam sejarah dunia.
POIN ketiga!
gampangnya, saya tau singkatan OOP (object oriented programming) dan bagaimana cara kerjanya (sedikit), bagaimana logika komputer tidak secanggih sekarang (ketika masih memakai 010110101), dan ketika membuat suatu code, kebanyakan harus di akhiri dengan ” ; ” (semi-colon).
jujur saja, saking bosannya saya, saya sempat bermain smartphone yang saya miliki di sela2 penjelasan pembicara. tetapi, setidaknya saya mendapatkan sesuatu bukan?